Pasar Purbalingga Tempo Dulu

Sejarah Pasar Purbalingga

Purbalingga memiliki sebuah pasar tradisional yang berdiri sejak zaman pemerintahan kolonial Belanda, yaitu sekitar  tahun 1927. Pasar tradisional ini berada di area lahan seluas 1,4 hektar dengan jumlah los sebanyak 15 unit. Seiring berjalannya waktu, jumlah pedagang yang berjualan di pasar lama semakin banyak hingga melebihi kapasitas. Akibatnya, banyak sekali pedagang yang memanfaatkan area trotoar dan tepian jalan sebagai tempat untuk berjualan, terutama pada saat pasar pagi. Kondisi tersebut sering menyebabkan kemacetan lalu lintas. Tak jarang juga petugas Satpol-PP merazia pasar pagi tersebut agar segera dibubarkan. Melihat hal itu, pemerintah kabupaten pun berinisiatif mengadakan relokasi pasar lama ke pasar tradisional yang baru dengan areal yang lebih luas dan bangunan fisik yang berkonsep modern yaitu Pasar Sega Mas. Pada tanggal 1 Juni 2009 Pasar Sega Mas resmi berdiri. Nama Pasar Sega Mas merupakan kepanjangan dari Segitiga Emas. Pasar ini dinamakan pasar segitiga emas karena berada di antara dua tempat yang strategis, yaitu terminal kota dan pasar hewan yang selalu ramai dikunjungi. Ketiga tempat tersebut membentuk formasi berbentuk segitiga. Pasar  ini dibangun di atas tanah seluas 5 hektar, sekitar 3 kali lipat luas pasar lama, dan bangunannya modern. Oleh karena luasnya pasar, maka pemerintah mengadakan penambahan jumlah pedagang melalui pelelangan kios yang tersisa di Pasar Sega Mas. Konsepnya meniru Pasar Induk Bumi Serpong Damai (BSD) di Tangerang, yaitu memadukan antara pasar tradisional dan pasar modern. Komoditas yang dijual adalah pasar tradisional, namun pengelolaan dan bentuk fisik bangunannya adalah pasar modern.

          Seperti biasanya, pembangunan sarana umum seringkali menuai pro dan kontra. Demikian halnya dengan pembangunanPasar Segamas ini. Namun, berkat tawaran konsep yang bagus dan meyakinkan banyak pihak, akhirnya pembangunan pasar ini pun terealisasi. Pemerintah merancang Pasar Sega Mas sedemikian rupa dengan maksud dan tujuan memberikan rasa nyaman pada para pengguna pasar (pedagang, pembeli, dan petugas-petugas yang bekerja di pasar). Secara keseluruhan luas area Sega Mas  adalah 41.548 m2. Luas bangunan ini, baik blok di dalam pasar maupun kantor 15.364 m2. Ditambah area parkir 3.149 m2 dan taman 1.035 m2 sehingga luas terbangun 19.854 m2. Masih ditambah area rumah pemotongan hewan (RPH) unggas 1.182 m2. Jumlah kios dan los pada 2010 masing-masing sebanyak 383 dan 656. Jumlah pedagangnya 2.174 orang. Tujuan pembangunan pasar tradisional modern ini adalah untuk menghilangkan kesan pasar tradisional yang kumuh dan becek lewat pengelolaan yang baik. Pasar tradisional yang dibangun berkonsep modern ini, termasuk pengelolaan dan manajemennya diharapkan membuat para pembeli dapat merasakan berbelanja seperti di pasar  modern. Dengan demikian pasar itu mampu melindungi dan meningkatkan kesejahteraan para pedagang kecil.



Komentar